Islam Vs Materialisme

Prolog

Setiap agama memiliki tujuan yang baik. namun kebaikan yang ada sering kali di salah gunakan dan diselewengkan. seperti yang terjadi di beberapa agama samaiyah (agama dari langi-tuhan). pencampur bauran antara ajaran agama dengan keinginan (nafsu) para petinggi agama atau pemerintah serta orang – orang yang berkepentingan telah merusak sistem yang telah ada dapam tubuh agama itu. seperti yang terjadi pada ajaran kitab injil dan taurat (kita tidak akan membahasnya di sini, insya allah penulis akan siap tulisan lain tentang ini)

Kemurnian dalam ajaran adalah salah satu alasan mengapa kita mengatakan bahwa islam adalah agama yang paling benar. hal ini yang kemudian menjadi salah satu alasan dari para orang – orang hebat di dunia untuk beralih agama, atau setidaknya memebela islam walaupun tidak menganut islam.

kemurnian yang selalu terpelihara inilah yang kemudian menjadikan al-quran adalah sumber ilmu satu – satunya di dalam dunia islam. tidak saja di dalam islam, tetapi al-quran telah pula menjadi satu – satunya kitab yang telah dipelajari oleh tokoh – tokoh islam dan barat yang kemudian melahirkan teori – teori yang saat ini masih kita pelajari dan kita kaji. kemurnia dari al-quran adalah satu alasan mengapa ajaran islam itu universal. ia bebas di tafsirkan dalam konteks apa saja (selagi tidak terlepas dari metode penafsiran yang telah ada).

Universalitas keilmuan

Sebagain orang hanya beranggapan bahwa al-quran hanya untuk di baca dan kemudian mendapat pahala dari setiap huruf yang di bacanya. itu memang benar. namun selain itu, al-quran juga memiliki kajian yang mendalam tentang apa, siapa, bagaimana dan akan kemana alam ini. itulah sebabnya mengapa kita dapat menyanggah bahwa fungsi al-quran itu tidak hanya untuk dibaca dan kemudian disimpan di atas lemari sebagai identitas seorang muslim.

kemampuan al-quran dalam menjelaskan alam secara esensial, praktis, dinamis dan kronologis telah menjadikannya sebagai kitab yang sangat menawan.  bagaimana tidak, jauh sebelum di temukan teori the big bang al-quran telah menjelaskan kronologis terjadinya alam raya (baca surat as-syamsu). itu baru hanya satu alasan. masih banyak alasan untuk mengatakan bahwa al-quran mengandung universalitas keilmuan.

hal yang paling mendasar yang dijelaskan oleh al-quran adalah bagaimana manusia dapat mengenal sang khalik dengan mempelajari al-quran. begitu banyak perintah allah kepada umat islam untuk menstudi alam.  salah satu ayatnya berarti : “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pertukaran siang dan malam terdapat tanda – tanda bagi orang – orang yang berfikir”

jika di telaah lebih lanjut, teori – teori materialis yang telah lama berkembang ternyata sudah dijelaskan oleh al-quran. hanya saja teori – teori materialis yang berkembang sekarang ternyata tidak menimbulkan rasa kedekatan dan merasakan kebesaran sang pencipta.

pada awalnya, (sebagai contoh) darwin dengan teori evolusi manusianya, berlandaskan kepada keingintahuan seorang darwin akan bagaimana asamula terciptanya manusia. kemudian ia meneliti binatang yang mirip dengan manusia (kera). cerita punya cerita hasilnya si darwin menghasilkan teori evolusi kera menjadi manusia dengan banyak rekayasa dalam penelitiannya (baca buku harun yahya: runtuh darwinisme). itulah contoh peneliti yang menjadi jauh dari tuhannya. padahal Allah telah menyatakan dalam al-quran bahwa penciptaan adam (sebagai manusia pertama) adalah sebaik – baik penciptaan. sebagaimana penciptaan manusia, ia butuh proses dalam menyempurnakannya. dimulai dari pembuahan sel telur wanita yang kemudian menjadi segumpal darah. segumpal darah itu kemudian membalut tulang yang kemudian menghasilkan organ – organ dan sel – sel. proses itu berlangsung selama 9 bulan 10 hari. baru kemudian terbentuklah manusia yang siap untuk dilahirkan oleh ibunya. begitu pula dengan adam. dalam salah satu ayat dalam al-quran, Allah menyatakan bahwa proses penciptaan Isa sama dengan Adam. artinya segala proses penciptaan adam sama dengan proses penciptaan ayah.

sebagai orang menyatakan bahwa kata kun fayakun sebagai kekuasaan Allah dalam menciptakan segala sesuatunya adalah kata yang mutlak. banyak yang mengartikan dalam penciptaan alam (termasuk manusia) Allah mengatakan “jadilah engkau” maka jadila ia seperti apa yang Allah kehendaki. ungkapan itu tidak lah benar, walaupun tidak ada yang mungkin bagi Allah. masalahnya adalah, ternyata dalam setiap proses penciptaan, alam mengalam proses. Allah mengatakan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi itu memakan waktu 7 masa. artinya ada 7 proses dalam penciptaan bumi dan langit. lain lagi dengan manusia, dalam proses terjadinya manusia, ternyata juga mengalami proses. proses penciptaan manusia adalah 9 bulan 10 hari (untuk lebih jelasnya baca Tan Malaka, Madilog BAB I tentang logika mistika).  mekanisme proses inilah yang kemudian di salah artikan oleh pendiri dan pemikir filsafat materialis.

Dalam materialis, alam tercipta juga dengan proses. proses alam itu  adalah evolusi dari alam dan beregenerasi serta beradabtasi sesuai dengan lingkungannya. sehingga yang menciptakan alam adalah alam itu sendiri. sehingga mereka membantah keberadaan tuhan yang menciptakan alam. bagi mereka tuhan adalah alam itu sendiri karena alam telah berevolusi sehingga menciptakan berbagai bentuk jenis tanama dan binatang.

begitulah, terlalu banyak teori – teori al-quran yang di sadur namun bukan untuk mengenal tuhan. teori – teori itu diatasnamakan bagi mereka yang mem-plagiat-kan isi al-quran.

MARI KITA JADIKAN AL-QURAN REFERENSI PERTAMA DALAM KUALITAS KEILMUAN KITA……

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s